Contoh Kasus Pemerkosaan dan Dampaknya Terhadap Korban
Contoh kasus pemerkosaan

By justika blog 03 Jan 2022, 09:14:02 WIB Hukum
Contoh Kasus Pemerkosaan dan Dampaknya Terhadap Korban

Gambar : Contoh kasus pemerkosaan


Contoh kasus pemerkosaan saat ini sedang marak diberitakan di berbagai media mainstream Indonesia. Ironisnya, pelaku merupakan sosok yang seharusnya menjadi panutan dan bisa mengayomi masyarakat.

Kejahatan tidak mengenal usia, berapapun, siapapun, kapanpun, dimanapun, semuanya mungkin terjadi. Kekerasan terhadap perempuan meningkat sekitar delapan kali lipat dalam dua belas tahun terakhir berdasarkan data Komnas Perempuan.

Sungguh miris dimana seharusnya pasal pemerkosaan dapat dijadikan sebagai dasar hukum untuk menjerat pelaku, namun kenyataan berkata sebaliknya. Masih banyak pelaporan kasus tidak ditanggapi secara serius oleh aparat.

Ketika dibuat peraturan perlindungan korban kekerasan seksual, misalnya RUU PKS dan Permendikbud No 30 Tahun 2021, justru banyak yang menentang. Banyak anggapan negatif tentangnya, lalu bagaimana bangsa Indonesia bisa maju?

Contoh Kasus Pemerkosaan di Indonesia 

Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan kasus bunuh diri seorang Nova Widyasari, pertama kali viral di Quora dan Twitter. Warganet saling bahu membahu mengusut tuntas kejadian ini sebagai bentuk dukungan.

Kasus ini bermula ketika terdapat pemberitaan mengenai penemuan jasad mahasiswi di dekat makam ayahnya, di Malang, Jawa Timur. Korban diperkirakan tewas bunuh diri akibat depresi karena diperkosa dan dipaksa aborsi.

Novia merupakan salah satu mahasiswi Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Fakultas Ilmu Budaya. Korban pernah mengalami pelecehan di bangku perguruan tinggi.

Korban mengalami pelecehan yang dilakukan oleh seorang kakak tingkat satu jurusan di kampus. Namun baru berani cara melaporkan kasus pemerkosaan tersebut tiga tahun setelahnya, yaitu tahun 2020, ke pihak kampus.

Tidak putus disitu, Novia juga mengalami kekerasan berupa pemerkosaan dan pemaksaan aborsi oleh pacarnya sendiri. Kronologinya dibagikan ke media sosial, dimana korban diajak ke penginapan dan dipaksa minum obat tidur.

Beberapa bulan setelahnya, korban menyadari bahwa dirinya hamil dan memutuskan untuk memberitahu kepada pasangannya. Namun pasangannya bersikeras untuk menggugurkan kandungan, hingga akhirnya keluarga mengetahui fakta tersebut.

Disini, keluarga dari pihak lelaki tidak mengizinkan keduanya untuk menikah karena pelaku masih baru menjadi pendidikan polisi. Kabarnya, Novia juga sempat dipaksa minum obat aborsi tanpa mengetahui kebenarannya.

Hal ini membuat korban sangat sakit hingga berkembang menjadi depresi, setelah mendapatkan tekanan dari berbagai arah. Keluarga Novia bukannya mendukung, namun malah dianggap membawa aib buruk.

Hingga saat ini, perkembangan kasus tersebut masih belum jelas kelanjutannya walaupun pihak kepolisian menyatakan pelaku sudah dipecat dan dipenjara. Beredar kabar bahwa lama hukuman pidana pemerkosaan tersebut hanya formalitas.

Contoh Kasus Pemerkosaan, Apa Dampaknya?

Sexual abuse di Indonesia terjadi pada 87% perempuan dan 13% laki-laki, hal ini membuktikan bahwa pelaku tidak pandang jenis kelamin. Semua orang dapat mengalami kejadian serupa, bagaimana dampaknya terhadap seseorang?.

  1. Depresi 

Cenderung menyalahkan diri sendiri menjadi salah satu efek jangka pendek, sebagai bentuk alami mengatasi masalah. Hal ini akan menyebabkan depresi berkepanjangan sehingga memperlambat pemulihan diri.

Penyalahan diri digolongkan menjadi dua, berdasarkan karakter dan tindakan seseorang. Berdasarkan tindakan, korban akan merasa seharusnya bisa melakukan sesuatu lain yang bisa menyelamatkan dari kejadian tersebut.

Sedangkan berdasarkan karakter, korban akan merasa layak mendapatkan perlakuan serupa karena ada yang salah dalam dirinya. Keduanya mempunyai efek negatif, dan seharusnya dapat dihindari dengan cara-cara tertentu.

  1. Rape Trauma Syndrome 

Rape Trauma Syndrome (RTS) adalah turunan dari Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu kondisi dimana seseorang berubah. Sexual abuse bagi perempuan sama dengan mengancam nyawa hingga menimbulkan ketakutan dan trauma.

Setelah mengalami kejadian tersebut, penyintas akan merasakan shock berat, bahkan kedinginan, kebingungan, gemetar, muntah, dan mual. Sedangkan pasca kejadian akan timbul insomnia, mudah terkejut, isolasi, dan disosiatif.

  1. Disosiasi 

Secara sederhana, disosiasi merupakan pelepasan dari realitas sebagai mekanisme otak manusia mengatasi trauma. Disosiasi sering dikaitkan dengan melamun, hingga kesulitan fungsi tubuh secara nyata pada penderita.

Penderita disosiasi akan merasa tidak terikat dengan tubuh jasmaninya, merasa lingkungannya tidak nyata, seperti hanya menonton televisi. Trauma berat menyebabkan seseorang bisa mengalami kondisi ini.

Sexual abuse bahkan sangat mempengaruhi kondisi fisik seseorang, misalnya menjadi sangat kurus akibat gangguan makan (eating disorder, anorexia). Contoh kasus pemerkosaan menyadarkan semua orang akan pentingnya perlindungan korban.

 

ref blog.justika.com




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment


Owner

Owner
aan
Baca Perkenalan

Ads

Informasi Visitor

    IP Anda : 216.73.217.90

    Browser : Mozilla/5.0 AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko; compatible; ClaudeBot/1.0; [email protected])

    Referensi :

    ISP : 216.73.217.90