Contoh Korupsi di Lingkungan Masyarakat yang Jarang Disadari
contoh korupsi di lingkungan masyarakat

By tambak7 13 Jan 2022, 21:14:16 WIB Hukum
Contoh Korupsi di Lingkungan Masyarakat yang Jarang Disadari

Gambar : contoh korupsi di lingkungan masyarakat


Contoh korupsi di lingkungan masyarakat sudah sangat banyak. Bahkan, kasusnya seolah tidak pernah berhenti dari pemberitaan. Belum lagi kasus-kasus yang masih pada tahap penyelidikan.

Dari dulu hingga sekarang, tindak korupsi menjadi momok krusial bagi setiap negara. Sebab dapat memberikan dampak negatif karena menyebabkan banyak kerugian. Apa lagi, jika yang dikorupsi adalah uang negara.

Untuk mencegah dan memberantas tindakan korupsi di Tanah Air, sudah ada undang-undang yang secara lengkap membahas mengenai jenis jenis korupsi dan pidananya. Sehingga, pelaku dapat diadili dengan setimpal.

Korupsi atau disebut juga sebagai rasuah merupakan tindakan pencurian yang dilakukan oleh pejabat publik. Baik politisi, pegawai negeri, penyelenggara negara, atau pihak lain.

Tindakan tersebut dapat berupa menggelapkan uang, menyuap, memperkaya diri, atau tindakan lain yang merugikan keuangan negara dan korporasi tertentu. Penyebab korupsi sangat bergam.

Penyebab paling banyak dan paling mendasar adalah karena adanya keserakahan dalam diri pelaku. Sehingga, mereka menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh uang atau keuntungan yang bukan haknya.

Pelaku pelaku akan diberikan hukuman korupsi di indonesia sesuai dengan jenis dan tingkat keparahan yang dihasilkan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa saja contoh korupsi yang ada di lingkungan, simak berikut ini.

5 Contoh Korupsi di Lingkungan Masyarakat

Jika Anda tinggal di desa, mungkin sering mendengar mengenai isu korupsi perangkat desa. Memang bukan hal yang aneh lagi. Meski memiliki cangkupan wilayah yang kecil, sumber keuangan desa jumlahnya cukup besar.

Tidak jarang dana yang seharusnya digunakan untuk masyarakat, bulai dari bantuan hingga pembangunan fasilitas, malah digunakan untuk pribadi. Sayangnya, meski tindak korupsi perangkat desa ini nyata, tapi tidak ada yang melapor.

Alasannya, masyarakat tidak tahu bagaimana cara melaporkan perangkat desa yang korupsi. Padahal, aturannya sudah jelas dan ada prosedurnya. Oleh sebab itu, perlu adanya penyuluhan mengenai hal ini.

Tujuannya adalah agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pemberantasan tindak korupsi. Selain itu, ternyata masih banyak sekali contoh korupsi di lingkungan masyarakat di antaranya adalah:

  1. Menyogok Polisi Saat Ditilang

Menyogok saat ditilang polisi merupakan tindak korupsi yang sangat umum dilakukan di Indonesia. Meski jumlahnya terkesan sedikit, tapi perbuatan ini akan menjadi kebiasaan buruk.

Baik bagi kepolisian atau bagi diri Anda sendiri. Bagi kepolisian, tentunya memberikan citra buruk. Sebab, masyarakat akan menganggap institusi penegak hukum ini sangat mudah untuk disogok dalam menyelesaikan perkara.

Sogokan ini akan menjadi tindak korupsi bernilai besar dan bisa dipidana. Sedangkan kerugian bagi Anda adalah akan timbul kebiasaan menyelesaikan semua masalah dengan uang dan enggan bertanggung jawab.

  1. Melebihkan Anggaran untuk Keuntungan

Dalam suatu pekerjaan atau event, biasanya ada anggaran yang harus disiapkan untuk berbagai keperluan pekerjaan atau event tersebut. Tidak jarang juga ada beberapa oknum yang sengaja melebihkan anggaran tersebut.

Bukan untuk keperluan tidak terduga atau keperluan mendadak, tapi untuk keuntungan pribadi. Misalnya dengan menambahkan harga setiap barang atau mengada-adakan pengeluaran yang tidak perlu.

Perilaku ini jelas sekali korupsi, meski masih dalam skala kecil tapi akan menjadi karakter buruk yang terus berkembang. Jika nominal yang dilebihkannya sangat besar, bisa dijerat UU Tindak Pidana Korupsi.

  1. Terbiasa Terlambat

Contoh korupsi di lingkungan masyarakat yang jarang sekali disadari adalah terlambat atau ngaret. Mungkin dalam hal ini tidak secara eksplisit menimbulkan kerugian materi bagi Anda. Tapi hal ini menimbulkan kerugian waktu.

Bahkan, bagi rekan Anda mungkin bisa jadi menyebabkan kerugian materi juga. Jika kebiasaan ini terus dipelihara, maka akan timbul perasaan baik-baik saja saat Anda melakukan kesalahan yang merugikan.

  1. Mark-up Laporan Keuangan

Mark-up atau memanipulasi laporan keuangan merupakan tindak korupsi yang paling sering terjadi di berbagai instansi. Kasusnya hampir sama seperti menambahkan anggaran untuk keuntungan.

Tapi dalam hal ini, pelaku memainkan laporan keuangan. Sehingga, seolah laporan keuangan itu nyata dan dibuat serapi mungkin. Padahal, jika ditelusuri banyak dana atau pengeluaran fiktif dalam laporan tersebut.

  1. Menggunakan Fasilitas Pekerjaan untuk Pribadi

Menggunakan fasilitas milik tempat Anda bekerja untuk keperluan pribadi juga menjadi tindakan korupsi yang banyak tidak disadari. Fasilitas dinas atau pekerjaan seharusnya dilakukan untuk kepentingan pekerjaan saja.

Sebab, penyalahan wewenang untuk keuntungan pribadi masuk dalam pidana. Terlebih lagi jika biaya perawatan dari fasilitas tersebut bukan berasal dari uang pribadi Anda sendiri.

Korupsi menjadi tindakan yang merugikan untuk semua pihak. Tindakan ini seolah sudah mendarah daging dan tanpa disadari banyak sekali contoh korupsi di lingkungan masyarakat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment


Owner

Owner
aan
Baca Perkenalan

Ads

Informasi Visitor

    IP Anda : 216.73.217.90

    Browser : Mozilla/5.0 AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko; compatible; ClaudeBot/1.0; [email protected])

    Referensi :

    ISP : 216.73.217.90